JAKARTA —GNN.my.id Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan bahwa dirinya pernah meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menurunkan personel kepolisian guna mengamankan kilang-kilang minyak milik Pertamina. Permintaan tersebut disampaikan Ahok saat dirinya menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina.Rabu28/1/26
Pernyataan itu disampaikan Ahok saat memberikan keterangan dalam persidangan perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.
Menurut Ahok, permintaan pengamanan dilakukan karena sering terjadinya gangguan operasional kilang secara mendadak atau unplanned shutdown yang dinilainya tidak wajar. Ia menduga terdapat unsur kesengajaan atau sabotase yang berpotensi merugikan negara.
“Saya pernah datang ke Kapolri dan minta agar kilang dijaga. Kalau ada yang coba sabotase, harus ditindak tegas,” ujar Ahok di hadapan majelis hakim.
Ahok menilai, pengamanan ketat terhadap objek vital nasional seperti kilang minyak sangat penting untuk menjamin kelancaran produksi dan menjaga ketahanan energi nasional. Ia menegaskan bahwa gangguan pada kilang dapat berdampak besar, termasuk memicu kebutuhan impor minyak secara mendadak.
Dalam persidangan tersebut, Ahok juga menyinggung lemahnya sistem pengawasan dan pengelolaan sektor energi yang membuka celah terjadinya praktik menyimpang. Karena itu, ia mendorong penegakan hukum yang tegas terhadap siapa pun yang terbukti merusak atau mengganggu operasional kilang minyak.
Kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah ini menyeret sejumlah pihak dan disebut telah menyebabkan kerugian negara dalam jumlah besar. Proses hukum masih terus berjalan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.red_Arya



















