Jakarta — GNN Presiden Prabowo Subianto menyoroti pelaksanaan program Dana Desa yang telah berjalan selama kurang lebih satu dekade terakhir. Ia menilai, meskipun anggaran yang digelontorkan negara terbilang besar, manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan secara optimal oleh masyarakat desa.Minggu 15/2/2026
Dalam agenda resmi terkait evaluasi pembangunan desa, Prabowo menyampaikan bahwa masih terdapat persoalan dalam tata kelola dan pengawasan penggunaan Dana Desa. Menurutnya, berbagai kasus penyalahgunaan anggaran yang menjerat sejumlah kepala desa menjadi indikasi perlunya pembenahan sistem.
Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar sampai kepada rakyat dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Sebagai langkah tindak lanjut, pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme distribusi dan pengawasan Dana Desa. Perbaikan akan difokuskan pada transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas program agar lebih tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu instrumen penguatan ekonomi desa. Koperasi tersebut dirancang untuk mengelola potensi ekonomi desa secara lebih terintegrasi dan profesional, termasuk melalui penyediaan fasilitas pendukung seperti gudang, layanan kesehatan desa, penyimpanan hasil pertanian (cold storage), serta akses pembiayaan mikro.
Dengan langkah evaluasi dan pembenahan tersebut, pemerintah berharap Dana Desa dapat menjadi instrumen strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.
