JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto kembali menarik perhatian publik. Selasa (4/11/2025) pagi, ia memilih naik kereta rel listrik (KRL) dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Tanah Abang Baru untuk meresmikan langsung stasiun yang telah direvitalisasi.
Dengan mengenakan pakaian safari khasnya, Presiden tiba di Manggarai sekitar pukul 10.50 WIB. Ia menyalami sejumlah penumpang dan melakukan tap-in di gate masuk seperti pengguna KRL pada umumnya. Momen ini sontak menyita perhatian warga yang tengah menunggu kereta.
“Mau ke mana kamu?” tanya Prabowo kepada seorang anak kecil di stasiun.
“Mau ke Tanah Abang, Pak,” jawab sang ibu sambil tersenyum.
Presiden kemudian meninjau fasilitas Stasiun Manggarai sebelum menaiki KRL menuju Tanah Abang.
Tiba di Stasiun Tanah Abang Baru, Prabowo disambut antusias penumpang. Ia meninjau area peron, ruang tunggu, dan fasilitas disabilitas yang kini lebih modern dan tertata. Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat sistem transportasi publik yang efisien, aman, dan terjangkau bagi masyarakat.
“Transportasi publik yang baik bukan hanya sarana, tapi fondasi pemerataan ekonomi nasional,” ujar Presiden.
Menurut data PT KAI, Stasiun Tanah Abang Baru kini mampu menampung hingga 380 ribu penumpang per hari, meningkat tajam dari sebelumnya sekitar 141 ribu penumpang. Stasiun ini melayani lima rute utama KRL dan terintegrasi dengan moda transportasi lain.
Langkah Prabowo naik KRL bukan sekadar simbol, tapi pesan kuat tentang kesederhanaan dan keseriusan pemerintah membangun transportasi publik. Revitalisasi Tanah Abang menjadi bagian dari agenda besar modernisasi transportasi Jabodetabek yang diharapkan bisa mengurai kemacetan dan meningkatkan kualitas hidup warga kota.
Modernisasi sistem transportasi juga menjadi kunci dalam menghadirkan mobilitas yang ramah lingkungan, efisien, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Peresmian Stasiun Tanah Abang Baru menjadi bukti nyata komitmen pemerintahan Prabowo untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur publik dengan pendekatan humanis dan berorientasi pada kenyamanan warga.
Kehadiran Presiden di jalur KRL hari ini tak hanya menandai pembukaan stasiun baru, tetapi juga mengirimkan pesan bahwa perubahan besar dalam sektor transportasi sudah dimulai—dari langkah sederhana menaiki kereta rakyat.
Editor:Anwar
