SUMENEP—GNN.my.id Komisi I DPRD Sumenep menyoroti serius kasus kematian misterius warga binaan berinisial N di Rutan Kelas IIB Sumenep. Mereka menegaskan bahwa nyawa manusia tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang, terlebih jika muncul dugaan ketidakwajaran dalam penanganan hingga korban dinyatakan meninggal dunia.28/11/25
Salah satu anggota Komisi I DPRD Sumenep, Ahmad Juhairi, menyatakan bahwa peristiwa ini tidak boleh dianggap enteng. Ia mendesak agar pihak rutan bersikap transparan dan tidak menutup-nutupi fakta apa pun yang berkaitan dengan kematian warga binaan tersebut.
Ahmad Juhairi menegaskan bahwa keselamatan warga binaan adalah tanggung jawab penuh negara melalui lembaga pemasyarakatan.
“Ini persoalan nyawa manusia. Jangan ada permainan, apalagi sampai ada yang ditutupi. Rutan harus terbuka dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia juga menilai, sejumlah kejanggalan yang muncul harus menjadi dasar penyelidikan menyeluruh. Menurutnya, jika ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran prosedur, maka pihak terkait tidak boleh dibiarkan bebas dari tanggung jawab.
Kronologi Penuh Tanda Tanya
Beberapa poin yang memicu kecurigaan publik dan DPRD antara lain:
Keluarga baru diberi kabar saat berada di IGD RSUD, bukan ketika korban masih dalam kondisi kritis.
Klaim rutan bahwa korban meninggal akibat tersengat listrik tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan medis: tidak ada luka bakar atau tanda-tanda sengatan.
Korban dikenal sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit serius.
Ada dugaan informasi tidak disampaikan secara lengkap.
Komisi I DPRD Sumenep, melalui Ahmad Juhairi, mendorong:
Penyelidikan independen yang melibatkan pihak luar rutan.
Audit terhadap prosedur penanganan warga binaan dalam kondisi darurat.
Pembukaan rekam medis dan kronologi detail penanganan.
Tindakan tegas jika ditemukan unsur kelalaian, pelanggaran prosedur, atau manipulasi informasi.
Menurut Juhairi, hak hidup warga binaan tetap harus dilindungi, dan setiap insiden yang berujung kematian wajib dijelaskan secara terang-benderang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Rutan Kelas IIB Sumenep belum memberikan penjelasan yang secara jelas menjawab kejanggalan-kejanggalan tersebut. Publik, keluarga korban, dan DPRD terus menunggu keterbukaan penuh untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik kematian N.
Editor:Anwar



















