GAYO LUES —GNN.my.id Kerusakan lingkungan di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, kian menjadi perhatian publik. Deforestasi yang terus terjadi serta aktivitas pertambangan emas yang disorot masyarakat dinilai telah membawa dampak serius terhadap kelestarian alam di wilayah yang merupakan bagian penting dari Ekosistem Leuser tersebut.18/12/25
Sejumlah kawasan hutan yang selama ini berfungsi sebagai daerah tangkapan air dilaporkan mengalami kerusakan signifikan. Berkurangnya tutupan hutan melemahkan daya serap tanah, sehingga meningkatkan risiko bencana ekologis seperti banjir, longsor, serta pendangkalan sungai, terutama saat curah hujan tinggi.
Aktivitas penambangan emas, baik yang berizin maupun yang diduga ilegal, turut menjadi sorotan. Selain membuka lahan hutan, kegiatan tersebut dikhawatirkan mencemari sumber air dan mengganggu keseimbangan lingkungan yang menjadi penopang utama kehidupan masyarakat, termasuk sektor pertanian dan perkebunan rakyat.
Gayo Lues merupakan kawasan strategis dalam Ekosistem Leuser, hutan hujan tropis yang memiliki peran vital sebagai penyangga kehidupan, habitat keanekaragaman hayati, serta sumber air bagi wilayah sekitarnya. Kerusakan yang terjadi di daerah ini berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang, tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi lingkungan Aceh secara lebih luas.
Berbagai pihak mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan hutan dan aktivitas pertambangan. Pengawasan ketat, penegakan hukum, serta kebijakan pembangunan yang berorientasi pada kelestarian lingkungan dinilai menjadi langkah mendesak untuk mencegah kerusakan yang semakin meluas.
Masyarakat berharap pemerintah hadir secara tegas dalam menjaga hutan Gayo Lues agar kelestarian alam tetap terjaga demi keselamatan lingkungan, keberlangsungan ekonomi rakyat, dan masa depan generasi mendatang.
Agustin
Editor:Anwar



















