JAKARTA — GNN. KB suntik masih menjadi pilihan utama bagi banyak perempuan karena praktis dan efektif dalam mencegah kehamilan. Namun, para ahli kesehatan mengingatkan agar penggunaan KB suntik tidak dilakukan lebih dari dua tahun secara berturut-turut.7/10/2025
Menurut informasi yang dibagikan akun kumparanMOM, penggunaan KB suntik jangka panjang dapat meningkatkan risiko pengeroposan tulang (osteoporosis) dan menurunkan gairah seksual.
“Efek samping KB suntik tiga bulan pada setiap orang berbeda-beda. Secara umum, KB hormonal ini bisa meningkatkan berat badan, memicu mood swing, menimbulkan jerawat, dan masalah hormonal lainnya,” tulis keterangan tersebut.
KB suntik bekerja dengan melepaskan hormon progestin yang mencegah pelepasan sel telur dari ovarium dan menebalkan lendir serviks, sehingga sperma sulit mencapai sel telur. Namun, efek hormonal yang terus-menerus bisa berdampak negatif jika tidak diawasi secara medis.
Dokter menyarankan agar pengguna KB suntik melakukan pemeriksaan rutin, terutama kepadatan tulang dan kondisi hormonal. Jika sudah menggunakan KB suntik mendekati dua tahun, disarankan beralih ke metode kontrasepsi lain seperti IUD, pil, atau implan.
“Perempuan perlu memperhatikan tanda-tanda seperti nyeri tulang, perubahan berat badan drastis, gangguan menstruasi, atau penurunan gairah seksual. Bila gejala tersebut muncul, segera konsultasikan ke dokter,” imbuhnya.
Dengan pemakaian yang bijak dan pemantauan rutin, KB suntik tetap bisa menjadi pilihan kontrasepsi yang aman.
Agustina-GNN.my.id



















