Hukum/kriminal

Penimbunan BBM Ilegal di Sampang Kian Merajalela, Masyarakat Desak Kapolres Bertindak

SAMPANG-GNN. Dugaan praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali mencuat di Kabupaten Sampang. Aktivitas ilegal tersebut disebut-sebut berlangsung terang-terangan, namun hingga kini belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum.5/10/2025

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah lokasi di wilayah Sampang diduga menjadi titik penyimpanan solar bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor usaha kecil. Ironisnya, praktik ini diduga dibiarkan berlarut-larut tanpa penindakan.

Dalam video yang sedang viral berdurasi 45 detik merekam seseorang tengah mengngakut solar bersubsidi bentuk jerigen ke sebuah pick up diduga milik penimbun BBM bersubsidi jenis solar inisial ( i )

Masyarakat menilai aparat kepolisian, khususnya Kapolres Sampang, seakan tutup mata terhadap maraknya aktivitas tersebut. Padahal, penimbunan BBM bersubsidi jelas melanggar aturan dan merugikan banyak pihak, termasuk masyarakat kecil yang kesulitan mendapatkan solar di SPBU.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Kami sudah lama tahu ada penimbunan, tapi anehnya tidak ada tindakan. Kalau masyarakat biasa beli lebih saja bisa kena pidana, tapi ini bisa bebas begitu saja.”

Fenomena ini memicu tanda tanya besar terkait komitmen aparat dalam menegakkan hukum di daerah. Publik pun mendesak agar Kapolda Jawa Timur hingga Mabes Polri turun langsung melakukan evaluasi dan penindakan, sehingga tidak ada kesan pembiaran terhadap pelanggaran yang merugikan rakyat.

Saat dimintai keterangan juragan Inisial ( i )Penimbun BBM bersubsidi jenis solar tidak menjelaskan dengan jelas tetapi hanya memberikan kata kata kasar ” Sampean mau apa diajak ketemu gak mau, trus mau nya bagaimana ya sudah saya blok. Tuturnya dengan nada kasar”

Kasus dugaan penimbunan solar ini kini menjadi sorotan tajam. Jika tidak segera ditangani, kepercayaan masyarakat terhadap aparat hukum dikhawatirkan semakin luntur.

Penulis | Armand
Editor:Anwar

Exit mobile version