Politik

Nelayan Jangan Terprovokasi Isu Seismik, HNSI Sumenep Ingatkan Pentingnya Pemahaman yang Benar

SUMENEP –GNN Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten Sumenep mengingatkan masyarakat nelayan agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan terkait kegiatan survei seismik di Kepulauan Kangean.1/10/2025

Menurut HNSI, beredarnya informasi yang tidak jelas kerap menempatkan nelayan sebagai pihak yang dituding terlibat dalam kerusuhan atau aksi penolakan. Padahal, fakta di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua kerusuhan dilakukan oleh masyarakat nelayan. Dalam konteks inilah, HNSI merasa berkewajiban untuk meluruskan persepsi publik.

“Masyarakat nelayan harus memahami apa itu kegiatan seismik, bukan hanya menerima kabar sepihak. Pemerintah juga sudah menunjukkan perhatian dengan menyiapkan program bantuan sembako bagi nelayan. Ini bukti adanya kepedulian,” tegas Ketua DPC HNSI Sumenep.

Apa Itu Kegiatan Seismik?

Secara ilmiah, seismik adalah metode survei geofisika yang memanfaatkan gelombang buatan untuk memetakan struktur geologi bawah laut. Teknik ini kerap digunakan untuk eksplorasi sumber daya energi, terutama migas. Berbeda dengan stigma negatif yang beredar, survei seismik tidak serta-merta merusak ekosistem laut karena dilakukan dengan standar keselamatan dan lingkungan yang ketat.

Dampak Sosial-Ekonomi bagi Nelayan

Dari perspektif sosial-ekonomi, kegiatan seismik memang dapat menimbulkan kecemasan di kalangan nelayan, terutama terkait potensi gangguan aktivitas melaut. Namun pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi, termasuk pemberian bantuan sosial seperti sembako. Bantuan ini bukan sekadar kompensasi, melainkan simbol perhatian negara terhadap kesejahteraan nelayan.

Di sisi lain, hasil survei seismik berpotensi membuka jalan bagi pemanfaatan sumber daya energi yang, jika dikelola dengan baik, dapat menghadirkan infrastruktur baru dan peluang ekonomi tambahan bagi masyarakat pesisir.

Pentingnya Literasi Informasi

HNSI menegaskan, tantangan terbesar bukan terletak pada teknis kegiatan seismik, melainkan pada arus informasi yang simpang siur. Tanpa literasi yang memadai, masyarakat nelayan mudah dijadikan alat kepentingan politik atau kelompok tertentu.

“Jangan biarkan nelayan diadu domba oleh isu yang tidak jelas. Nelayan harus kritis dan cerdas menyaring informasi, agar tidak menjadi korban dari narasi yang menyesatkan,” imbuh Ketua HNSI.

Dengan demikian, HNSI mengajak masyarakat nelayan untuk bersikap tenang, fokus pada aktivitas ekonomi, serta membuka ruang dialog yang sehat dengan pemerintah. Pemahaman yang benar atas kegiatan seismik akan memperkuat posisi nelayan sebagai aktor penting dalam pembangunan pesisir dan energi nasional.

Penulis:liamsan
Efitor:Anwar

Exit mobile version