JAKARTA-GNN.Presiden RI Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih. Dalam reshuffle jilid ketiga ini, empat pejabat strategis resmi diberhentikan dari jabatannya melalui Keputusan Presiden yang dibacakan di Istana Negara. 18/9/2025
Empat Pejabat yang Dicopot
Berdasarkan informasi resmi, pejabat yang diberhentikan adalah:
1. Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
2. Sulaiman Umar, Wakil Menteri Kehutanan.
3. Hasan Nasbi, Kepala Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO).
4. Anto M. Putranto, Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Pengganti dan Struktur Baru
Presiden Prabowo sekaligus melantik sejumlah pejabat baru untuk mengisi posisi yang ditinggalkan.
Erick Thohir dialihkan menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Posisi Hasan Nasbi digantikan oleh Angga Raka Prabowo, yang memimpin lembaga baru bernama Badan Komunikasi Pemerintah menggantikan PCO.
Anto M. Putranto sebagai Kepala Staf Kepresidenan digantikan Muhammad Qodari.
Sulaiman Umar digantikan Rohmat Marzuki sebagai Wakil Menteri Kehutanan.
Selain itu, Presiden juga melantik:
Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam).
Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.
Farida Faricha sebagai Wakil Menteri Koperasi.
Sarah Sadiqa sebagai Kepala LKPP, menggantikan Hendrar Prihadi.
Alasan Reshuffle
Istana menegaskan reshuffle dilakukan sebagai bagian dari evaluasi kinerja serta penyegaran kabinet. Perubahan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat konsolidasi komunikasi pemerintah dan meningkatkan efektivitas koordinasi di lingkaran Istana.
Sorotan Publik
Pergantian Erick Thohir dari kursi BUMN menjadi sorotan tajam, mengingat perannya yang besar dalam mengelola perusahaan negara. Sementara itu, penghapusan PCO dan pembentukan Badan Komunikasi Pemerintah dinilai sebagai strategi baru dalam memperkuat fungsi komunikasi publik.
Dengan perombakan ini, Presiden Prabowo berharap kabinetnya dapat bergerak lebih solid menghadapi tantangan ekonomi, politik, dan pemerintahan di masa mendatang.
Anwar
