KUPANG –GNN.my.id Aksi unjuk rasa mewarnai halaman depan Gedung DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (10/9). Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menyuarakan penolakan atas rencana kenaikan tunjangan anggota DPRD.
Dalam orasinya, para mahasiswa menilai langkah DPRD tidak sejalan dengan kondisi ekonomi masyarakat NTT yang masih serba sulit. Mereka menegaskan bahwa keputusan menaikkan tunjangan merupakan bentuk ketidakpekaan wakil rakyat terhadap penderitaan warga.
Suasana aksi yang semula berjalan damai berubah memanas ketika massa berusaha merangsek masuk ke area gedung. Petugas keamanan berupaya menghadang sehingga terjadi saling dorong yang membuat kericuhan tak terhindarkan.
Meski diwarnai ketegangan, mahasiswa tetap menegaskan tuntutannya agar DPRD membatalkan kebijakan kenaikan tunjangan. Mereka juga mendesak para wakil rakyat lebih fokus pada program-program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DPRD NTT belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa maupun kericuhan
yang terjadi di depan gedung dewan.
Anwar
