ANKARA –GNN.my.id Turki resmi memperkenalkan sistem pertahanan udara terbaru bernama Steel Dome, yang digadang-gadang mampu menyaingi teknologi Iron Dome milik Israel. Sistem ini menjadi tonggak baru bagi industri pertahanan Turki sekaligus menegaskan kemandirian negara tersebut dalam mengembangkan teknologi militer.
Dikembangkan oleh perusahaan teknologi pertahanan Aselsan, Steel Dome memadukan kecerdasan buatan (AI), teknologi laser, hingga sistem pengacau elektronik (electronic jamming). Dengan kombinasi tersebut, Steel Dome diklaim mampu menghadapi ancaman modern seperti rudal balistik dan serangan drone.
Pemerintah Turki menggelontorkan investasi besar sekitar US$1,5 miliar atau setara Rp22,5 triliun untuk membiayai riset dan produksi sistem ini. Presiden Turki menegaskan bahwa proyek ini adalah wujud nyata ambisi negaranya untuk memperkuat kedaulatan militer tanpa ketergantungan pada pihak asing.
“Steel Dome adalah perisai baru bagi langit kami. Ini adalah hasil kerja keras para insinyur dan ilmuwan Turki yang selama bertahun-tahun mendedikasikan diri untuk kemandirian pertahanan,” ujar pejabat tinggi pertahanan Turki dalam peresmian di Ankara.
Dengan kehadiran Steel Dome, Turki berpotensi menjadi pemain penting dalam industri pertahanan global, sekaligus memperkuat posisinya sebagai satu-satunya negara berpenduduk mayoritas Muslim yang tergabung dalam NATO.
Sofyan
