SUMENEP — Kepedulian terhadap pembangunan daerah terpencil kembali disuarakan oleh Dewi Shamilah, putri kelahiran Sumenep yang kini berdomisili di Surabaya. Dalam kunjungannya ke Pulau Salarangan, Kecamatan Sapeken, Dewi merasakan langsung tantangan yang dihadapi masyarakat di pulau kecil tersebut.12/12/25
Perjalanan panjang yang ditempuh menggunakan pesawat perintis dari Bandara Trunojoyo menuju Sapeken, dilanjutkan dengan speedboat ke Pulau Salarangan, membuka mata Dewi tentang kondisi fasilitas dasar di wilayah kepulauan.
“Listrik dari PLTD hanya menyala pada malam hari, air tawar sangat terbatas, dan banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi,” ungkap Dewi saat ditemui usai kunjungan.
Melihat kondisi tersebut, Dewi mengambil langkah nyata dengan mengajukan proposal bantuan 100 titik PJU tenaga surya dan 100 karpet untuk masjid pada tahun 2024. Namun berdasarkan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, usulan tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.
Meski demikian, Dewi tetap optimis dan berharap tahun 2026 dapat menjadi momentum percepatan pembangunan untuk Pulau Salarangan. “Saya berdoa dan berharap semoga tahun 2026 membawa perubahan lebih baik bagi masyarakat Salarangan. Mereka berhak mendapatkan penerangan yang layak dan tempat ibadah yang nyaman,” ujarnya.
Sebagai putri daerah, Dewi menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan kebutuhan masyarakat kepulauan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses dan infrastruktur.
Kunjungan Dewi ke Pulau Salarangan juga mendapat apresiasi dari warga setempat yang berharap perhatian seperti ini terus berlanjut, mengingat akses logistik, layanan publik, dan sarana umum di wilayah tersebut masih sangat membutuhkan dukungan.
Editor:Anwar



















