SUMENEP —GNN.Kondisi jalan poros kabupaten yang melintasi Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kini menjadi sorotan warga. Jalan utama yang membentang dari area pasar Rubaru hingga ke arah barat pasar tampak rusak parah, penuh lubang, dan tak layak dilalui kendaraan.
Pantauan di lokasi menunjukkan permukaan jalan banyak mengelupas, meninggalkan lubang-lubang besar yang mengganggu arus lalu lintas. Pengendara motor harus berhati-hati, sementara mobil sering kali melambat karena khawatir terperosok. Tak jarang, kendaraan saling berpapasan di sisi sempit untuk menghindari bagian jalan yang rusak.
“Sudah lama rusak begini, tapi tidak ada perbaikan sama sekali. Kalau hujan, malah lebih parah, banyak pengendara jatuh,” ungkap salah satu warga setempat, Jumat (10/10/2025).
Kondisi ini memunculkan kritik terhadap Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang dinilai lamban menangani persoalan infrastruktur di daerah pedesaan. Warga menilai perhatian pemerintah lebih banyak terserap di wilayah perkotaan, sementara desa-desa seperti Rubaru kerap diabaikan.
“Katanya jalan kabupaten, tapi kok dibiarkan rusak bertahun-tahun? Kalau di kota rusak sedikit saja langsung diperbaiki,” keluh warga lain dengan nada kecewa.
Padahal, ruas jalan poros Rubaru ini menjadi jalur utama bagi warga dalam aktivitas ekonomi dan distribusi hasil pertanian. Jalan yang rusak tak hanya menghambat mobilitas, tapi juga berdampak pada harga dan distribusi barang di pasar tradisional.
Warga berharap Pemkab Sumenep segera mengambil langkah nyata memperbaiki jalan tersebut. Bagi mereka, jalan bukan sekadar sarana transportasi, melainkan penopang utama roda perekonomian desa yang kini nyaris lumpuh karena buruknya infrastruktur.
Agustina-GNN
