JAKARTA — GNN. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terkait harga LPG 3 kilogram yang belakangan menjadi sorotan publik.
Bahlil menyebut kemungkinan Purbaya keliru dalam membaca data subsidi LPG. Hal itu ia sampaikan saat ditemui di kantor BPH Migas, Jakarta Selatan, Kamis (8/10).
“Mungkin Menkeu salah baca data itu,” ujar Bahlil.
Ia menjelaskan, data terkait subsidi energi masih dalam proses penyempurnaan melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang tengah digodok bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Sebelumnya, Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR menyebut harga sebenarnya LPG 3 kg mencapai Rp42.750 per tabung. Pemerintah, kata dia, memberikan subsidi sekitar Rp30.000 sehingga masyarakat hanya membayar Rp12.750 per tabung.
Menanggapi hal itu, Bahlil meminta agar publik tidak tergesa-gesa menyimpulkan kebijakan harga LPG. Ia menilai Menkeu yang baru menjabat membutuhkan waktu untuk memahami data dan sistem subsidi yang berlaku.
“Saya kira Pak Purbaya masih perlu waktu untuk menyesuaikan dengan data yang ada. Kita sama-sama berbenah agar kebijakan energi tetap berpihak pada masyarakat kecil,” tegas Bahlil.
Pernyataan kedua menteri tersebut menjadi perhatian publik karena menyangkut subsidi energi yang berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.
Anwar



















