JAKARTA–GNN Untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade, Indonesia kembali menghadirkan presidennya secara langsung di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Presiden baru RI, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan menyampaikan pidato perdana di forum internasional paling bergengsi itu, menandai berakhirnya absennya kepala negara Indonesia sejak 2014.23/9/2025
Sejak era pemerintahan Joko Widodo, Indonesia memang tidak pernah melihat presidennya berdiri langsung di mimbar PBB. Selama dua periode kepemimpinan Jokowi, perwakilan Indonesia kerap diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Bahkan pada Sidang Umum ke-78 dan ke-79, Jokowi tetap tidak hadir secara fisik.
Pemerintah saat itu menegaskan Indonesia tetap aktif dalam forum-forum internasional, meskipun kepala negara tidak hadir langsung. Namun, alasan resmi terkait ketidakhadiran Jokowi di PBB tidak pernah dijelaskan secara rinci. Situasi ini kerap menimbulkan persepsi bahwa Indonesia terlihat pasif di forum dunia.
Kini, dengan hadirnya Prabowo Subianto di panggung Sidang Umum PBB, banyak pihak menilai hal ini menjadi sinyal perubahan arah diplomasi Indonesia. Kehadiran presiden dinilai penting, bukan hanya sebagai simbol representasi negara, tetapi juga untuk mempertegas posisi Indonesia di tengah dinamika global.
Pertanyaan yang masih mengemuka adalah, mengapa selama hampir sepuluh tahun Presiden Jokowi memilih absen? Meski berbagai kegiatan internasional tetap diikuti lewat perwakilan, publik menilai momen tampil langsung di PBB membawa bobot diplomasi yang lebih kuat.
Kehadiran Prabowo di PBB sekaligus membuka babak baru peran Indonesia di kancah dunia. Publik kini menunggu bagaimana strategi diplomasi luar negeri Indonesia akan dijalankan langsung oleh kepala negara, terutama di tengah isu geopolitik yang semakin kompleks.
Hamdan



















