JAKARTA – GNN.Aktivis Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy (GPC Indonesia) resmi menarik diri dari keikutsertaan dalam Global Sumud Flotilla (GSF), misi kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.
Keputusan tersebut diumumkan melalui akun Instagram GPC Indonesia pada Jumat malam (12/9). Dalam pernyataannya, mereka menyebut sejumlah kendala teknis serta situasi di lapangan yang cukup kompleks menjadi alasan utama mundurnya rombongan Indonesia.15/9/2025
Alasan Penarikan Diri
Beberapa faktor yang melatarbelakangi keputusan ini, antara lain:
Armada kapal yang tersedia belum memenuhi standar keamanan untuk menembus blokade Gaza.
Cuaca ekstrem mengakibatkan kerusakan pada kapal, termasuk armada dari Spanyol yang sempat transit di Tunisia.
Jumlah peserta terus meningkat, sementara kapal yang benar-benar siap berlayar berkurang, sehingga Steering Committee GSF harus mengurangi skala peserta.
Dukungan Tetap Diberikan
Meski mundur dari pelayaran, GPC Indonesia menegaskan tetap mendukung penuh misi GSF. Bahkan, kuota kursi kontingen Indonesia diserahkan kepada peserta dari negara lain yang masih melanjutkan perjalanan.
Sebagai bentuk dukungan nyata, GPC Indonesia:
Menyumbangkan lima kapal untuk memperkuat armada GSF.
Menyediakan akomodasi bagi peserta internasional selama berada di Tunisia.
Komitmen ke Depan
GPC Indonesia menegaskan bahwa mundurnya mereka dari misi ini bukan berarti perjuangan terhenti. Upaya untuk membantu rakyat Palestina dan membuka blokade Gaza akan terus dilanjutkan melalui strategi dan persiapan yang lebih matang di masa mendatang.
Agustin



















