PRABUMULIH –GNN Isu pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, mendadak jadi sorotan publik setelah beredar video perpisahan haru dirinya dengan para murid. Kabar yang berkembang menyebutkan, Roni dicopot lantaran menegur seorang siswa yang diduga anak Wali Kota karena membawa mobil ke sekolah.
Spekulasi itu kian melebar di media sosial hingga menimbulkan protes dan pertanyaan warganet. Tidak sedikit yang menilai pencopotan tersebut tidak adil, bahkan penulis Tere Liye ikut menyuarakan keheranan terhadap isu tersebut.
Klarifikasi Wali Kota
Menjawab kabar itu, Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, menegaskan bahwa informasi pencopotan tersebut tidak benar.
“Pak Roni tidak pernah saya copot atau dipindahkan. Itu hoaks,” tegas Arlan
Arlan juga membantah isu anaknya membawa mobil ke sekolah. Ia memastikan sang anak hanya diantar, bukan mengemudi sendiri. Menurutnya, yang terjadi hanyalah teguran kepada Kepala Sekolah terkait kondisi di sekolah, bukan tindakan administratif.
“Saya tegur, bukan berarti saya pindahkan,” tambahnya.
Penjelasan Dinas Pendidikan
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, Darmadi, turut memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa tidak ada mutasi kepala sekolah karena urusan teguran kepada anak pejabat.
Menurutnya, isu ini melebar lantaran ada persoalan lain di sekolah, termasuk kasus percakapan tidak pantas antara seorang guru olahraga dengan siswi, yang kini sedang ditangani pihak berwenang.
Fakta yang Terungkap
Kepala SMPN 1 Prabumulih belum dicopot dari jabatannya.
Dugaan pencopotan karena menegur anak Wali Kota dibantah keras.
Persoalan lain di sekolah disebut menjadi latar belakang adanya teguran.
Kesimpulannya, isu pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih karena anak Wali Kota membawa mobil hanyalah kabar bohong yang telanjur viral. Pihak pemerintah dan dinas pendidikan menegaskan Roni masih menjabat, sementara persoalan lain di sekolah tengah menjadi fokus pembenahan.
Anwar



















