KEPAHIANG, BENGKULU —GNN.Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kepahiang melalui Dinas Sosial untuk menempelkan stiker bertuliskan “Keluarga Miskin Penerima Bantuan Sosial” di rumah warga penerima bantuan menuai perhatian publik. Langkah ini ternyata berdampak signifikan: banyak warga penerima bantuan sosial (bansos) memilih mundur karena merasa malu dengan label tersebut.
Diketahui, program pemasangan stiker itu bertujuan untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan mendorong transparansi publik. Namun, di lapangan, sejumlah warga yang merasa sudah tidak layak menerima bantuan atau merasa mampu secara ekonomi memutuskan mengundurkan diri dari daftar penerima.21/10/25
“Begitu rumah mereka ditempeli stiker, banyak yang datang ke kantor desa atau ke dinas sosial untuk mengembalikan kartu bantuan. Mereka bilang malu karena masih dianggap miskin, padahal sudah cukup mampu,” ujar seorang petugas sosial di Kepahiang saat ditemui awak media.
Menariknya, dari hasil evaluasi, sejumlah penerima bansos yang mundur justru diketahui berasal dari kalangan warga yang secara ekonomi relatif sudah mapan. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan stiker tersebut, meski menuai pro dan kontra, dinilai efektif menyaring penerima bantuan yang tidak lagi layak.
Pemerintah daerah mengklaim langkah ini bukan untuk mempermalukan masyarakat, melainkan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.
“Kita tidak bermaksud menstigma. Justru dengan cara ini, kita bisa memastikan bantuan sampai kepada yang berhak,” tegas pejabat Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang.
Meski demikian, kebijakan ini juga memicu perdebatan publik. Sebagian pihak menilai cara tersebut kurang etis dan dapat menimbulkan rasa malu bagi warga kurang mampu, sementara pihak lain menilai langkah ini sebagai upaya transparansi yang perlu dipertahankan.
Program stiker “Keluarga Miskin” di Kepahiang kini menjadi sorotan nasional, dan tidak menutup kemungkinan akan diadopsi atau dievaluasi oleh daerah lain untuk memastikan penyaluran bansos yang lebih tepat sasaran dan adil.
Anwar



















